kala itu ia sedang berbincang dengan kawan-kawanya di nirwana,,tiba-tiba datanglah gabriel berkata : engkau,dipanggil menghadap Ia yang Maha Kuasa... ia pun datang menghadap kehadiratNya dengan penuh takdzim,,,Ia berfirman: Kini dalah waktumu utk merasakan Kasihku dalam tempat yang berbeda,,,maka pergilah atas nama CintaKu padamu,,,
maka ia pun turun bersama dua penjaga,,,
di sana,ia disambut bumi yang mulia,,,
salah seorang penjaga berkata : engkau adalah pohon yang di takdirkan tumbuh dengan keikhlasan menuju cahaya,,,maka tumbuhlah Engkau dengan kasihNya,,,dan waktu mengirinya dalam menenun keikhlasan agar ia selalu menuju cahaya,,,
dalam itu,ia menatap samudra yang gagah perkasa,,,dan tanpa sengaja ia melihat seekor lumba-lumba kecil yang manis nan elok,,,ia hanya bisa menatap lumba-lumba itu dari bukit itu sendiri,,melihat tawa riang sang lumba2 di samudra,,,dgn susah payah,ia mendekati samudra,,ia pun dapat mendekati lumba2,,tapi sang lumba2 kecil tiada pernah berkenan melihatnya,,ia sadar,ia hanyalah sebatang pohon yang kara,,dalam itu,ia hanya berdoa pada Tuhan atas nama KasihNya agar sang lumba2 bahagia slalu dalam samudra,,
tapi waktu sepertinya hanya milik kesepian bagi pohon,,ia pun terus tumbuh dalam bingkai kesendirian yang mencekam,,
dalam setiap nafas ia merindukan Tuhannya,,,
dan dalam kerinduan yang memuncak,tangan2 Tuhan mengirimkan seekor kupu-kupu yang elok nan cantik,,,
kupu-kupu itu selalu hinggap di rantingnya yg rapuh dan bermain main dalam tunasnya yang lemah,,,
tapi pohon itu takut,,,takut bila mungkin kupu-kupu itu seperti lumba-lumba yang tak sedikitpun mau menatapnya,,
takut,,bila mungkin kupu-kupu itu akan melukai kembali keikhlasan pohon yang dulu pernah tersayat oleh lumba-lumba,,,
dan pohon pun takut,,,bila mungkin sang waktu justru membuat sang kupu-kupu itu pergi,,,pohon bertanya,,apakah mungkin sekor kupu-kupu adalah teman bagi sang pohon yang sepi,,,bukankah kupu-kupu adalah kekasih kumbang yang perkasa,,yang mampu menaklukan pohon hingga mampu membangun kerajaan di atas sang pohon,,,dan tiba-tiba,,sang pohon kembali teringat akan Tuhan,,mengajukan pertanyaan padaNya,,pertanyaan yg mungkin tak kan memantulkan jawabannya,,atau hanya waktu yang akan mengantarkan jawaban dariNya...dan pohon,,masih menenun keikhlasan demi keikhlasan dengan tekun dan tekun...
to be continued....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar